Kunjungan

PRODI PENDIDIKAN KEPELATIHAN vs ILMU KEPELATIHAN



PRODI PENDIDIKAN KEPELATIHAN vs ILMU KEPELATIHAN

Prof. Dr. dr. M. Nadjib Bustan
Anggota AGBKORI

Keberadaan Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) sudah dikenal sejak awal pengembangan pendidikan keolahragaan di Indonesia baik sebagai bagian dari program Kependidikan LPTK semasa IKIP maupun setelah menjadi universitas negeri. Sekurang-kurangnya sejak lima tahun terakhir ini, PKO ditantang untuk menjadi prodi ilmu murni non-kependidikan Ilmu Kepelatihan. Tantangan ini hingga sekarang belum bisa dijawab sepenuhnya, ditandai dengan belum terwujudnya dan lahirnya Prodi Ilmu Kepelatihan (IKep). Sementara itu, pemerintah dan seluruh stake holder keolahragaan mendambakan pengembangan prestasi olahraga Indonesia bisa menjangkau tingkat olimpiade. Untuk hasrat ini, diperlukan tersedianya tenaga pelatih professional yang bermutu yang antara lain bisa ditelorkan dari suatu Prodi IKep.
Tantangan Prodi PKO
Sementara dalam tantangan untuk menjadi Prodi IKep, Pendidikan Kepelatihan Olahraga justru berhadapan dengan berbagai masalah internal dalam pengembangan diri dan pemberdayaan dalam dunia pendidikan dan olahraga.
Berbagai tantangan itu berupa:
-          Tidak tersedia program Magister/S2 PKO dan tidak tersedia S3 PKO, sehingga dosen Jurusan PKO  “terpaksa” masuk saja di S3 PenjasOR. Keadaan ini akan menyulitkan pengembangan Jurusan PKO sendiri, pengembangan ilmu PKO, dan kesulitan dalam penempatan dosen secara linear dengan prodi yang sesuai dengan gelar/tingkat pendidikan S3  dosen ybs.
-          Tidak masuk dalam daftar CPNS yang bisa dapat kuota untuk guru olahraga di sekolah, karena nomenklatur yang dipakai dalam penerimaa guru olahraga adalah Sarjana Pendidikan (S.Pd) alumni Prodi Penjaskesrek.
-          Walaupun  berpredikat calon guru (S.Pd) tidak diperkenakan masuk dalam Program penempatan Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T).
-          Terdapat ketidak jelasan output atau kehendak alumni antara mau jadi guru olahraga atau pelatih olahraga prestasi.
Berdasarkan beberapa tantangan diatas, tampaknya Prodi PKO dihadapkan kepada tiga pilihan: apakah melakukan reformasi menjadi Prodi baru non-kependidikan  Ilmu Kepelatihan, atau tetap sebagai prodi PKO dengan kompetensi guru olahraga ektra kurikuler, atau melebur masuk ke Prodi Pendidikan Jasmani dan Olahraga dalam mengeluarkan guru olahraga di sekolah. Apapun bentuk pilihan semuanya memerlukan upaya tersendiri sebagai upaya prubahan dari pada tetap status quo seperti sekarang ini.
Alternatif Prodi Ilmu Kepelatihan
Salah satu bentuk alternatif sudah dilakukan oleh FIK UNJ Jakarta. Dalam website FIK UNJ dapat dikutip susunan organisasi jurusan dan prodi sebagai berikut:
Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta mengelola 3 Jurusan dan 5 Program Studi yaitu :
1. Jurusan
a. Jurusan Sosiokinetika (Olahraga Pendidikan)
b. Jurusan Somatokinetika (Olahraga Prestasi)
c. Jurusan Antropokinetika (Olahraga Rekreasi)
2. Program Studi
a. Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (S1)
b. Program Studi Kepelatihan Olahraga (S1)
c. Program Studi Ilmu Keolahragaan (S1)
d. Program Studi Ilmu Keolahragaan Konsentrasi Olahraga Rekreasi (S1)
e. Program Studi Ilmu Keolahragaan Konsentrasi Kepelatihan (S1)
 FIK UNJ menempatkan Ilmu Kepelatihan menjadi suatu prodi tersendiri disertai adanya konsentrasi khusus Kepelatihan dibawah Prodi Ilmu Keolahrgaan.
Ilmu Kepelatihan (Exercise Science) ini merupakan ilmu murni (science)  atau ilmu eksakta yang berbeda dengan ilmu-ilmu pendidikan jasmani dan pendidikan kepelatihan olahraga yang merupakan bagian dari rumpun Ilmu Pendidikan. Ilmu Kepelatihan berbasis pada Ilmu Kedokteran, Kesehatan dan Ilmu Olahraga (Sport Science) itu sendiri.
American College of Sports Medicine (ACSM) menjabarkan bahwa Exercise Science is the study of movement and the associated functional responses and adaptations. Jabaran ACSM ini memperlihatkan bahwa Exercise Science  berdasar  pada ilmu gerak (biomekanik/kinesiologi) dan ilmu fungsi (fisiologi). Ilmu dan pengetahuan tentang Ilmu Kepelatihan  sangatlah penting untuk pengembangan ilmu olahraga pada umumnya dan pengembangan prestasi olahraga pada khususnya. Dengan berbasis Ilmu Kepelatihan, atlet mendapat latihan yang dapat meningkatan kemampuan fisik dan ketrampilan  berlaga sehingga dapat menunjang pencapaian prestasi juara.
Masalah kepelatihan dan prestasi olahraga berkaitan dengan Kemenpora, sedangkan pengembagan prodi baru IKep berhubungan dengan Kemendikbud. Karena itu, jika sudah bulat tekad untuk beralih menjadi Prodi IKep, setelah mendapat restu dari Kemenpora, langkah selanjutnya adalah berurusan dengan Dikti Kemendikbud.
Kehadiran Prodi Ikep untuk mendukung upaya prestasi olahraga di Indonesia sudah lama ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat olahraga Indonesia. Prodi S1 dan Pasca Sarjana bidang Exercise Science ini sudah lama berada dan berkembang sangat pesat di sentra pendidikan olahraga di seluruh dunia, bahkan sudah sangat berkembangan dalam penelitian kepelatihan dan penerapan dalam menunjang olahraga prestasi.